(Oleh: R. HAIDAR ALWI – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB)

Jakarta — Haidar Alwi Institute (HAI) menyatakan siap membantu Kantor Staf Presiden (KSP) di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengawal program prioritas Presiden.

Kontribusi tersebut diarahkan pada penghimpunan aspirasi masyarakat, pemeriksaan persoalan lapangan, penyusunan analisis kebijakan, dan pemantauan tindak lanjut agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran.

Kesiapan HAI sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Listyo dalam pertemuan di Istana Merdeka pada 19 Oktober 2026.

Presiden menekankan pengawasan dan pengendalian program prioritas nasional serta penanganan isu strategis agar pelaksanaannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

HAI memandang kepercayaan Presiden kepada Listyo sebagai momentum untuk memperkuat keterlibatan masyarakat sipil dalam pengawalan pembangunan.

Dukungan berbasis fakta dapat membantu KSP memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai pelaksanaan program, terutama persoalan yang dirasakan langsung oleh penerima manfaat.

Pengalaman masyarakat merupakan sumber informasi penting untuk menilai akses, kualitas layanan, dan ketepatan sasaran program.

Keluhan mengenai bantuan yang terlambat, fasilitas yang belum berfungsi, maupun layanan yang sulit dijangkau dapat menjadi petunjuk awal adanya hambatan yang membutuhkan penanganan lintas lembaga.

HAI siap mengambil peran dengan menghimpun dan memeriksa informasi tersebut, kemudian menyusunnya menjadi masukan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.

Setiap laporan diarahkan untuk menjelaskan persoalan, bukti pendukung, dampak terhadap masyarakat, pihak terkait, serta pilihan penyelesaian yang relevan.

Pendekatan ini diharapkan membantu KSP mengenali penyebab persoalan secara lebih tepat. Hambatan akibat regulasi, anggaran, koordinasi, dan kapasitas pelaksana membutuhkan langkah penanganan yang berbeda.

Analisis yang akurat akan membantu mempercepat penyelesaian sekaligus mengurangi risiko persoalan terus berulang.

Perhatian HAI dapat diarahkan pada aspek yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), kesiapan pelayanan kesehatan, operasional Koperasi Merah Putih, dan akses energi.

Penentuan prioritas dilakukan berdasarkan urgensi masalah, kekuatan bukti, serta keterkaitannya dengan program yang dikawal KSP.

Dalam memberikan dukungan, HAI tetap menjaga independensi penilaian. Capaian yang terbukti layak mendapat apresiasi, sementara kelemahan pelaksanaan perlu disampaikan secara jernih bersama usulan perbaikannya.

Kritik berbasis fakta merupakan kontribusi untuk membantu pemerintah melakukan koreksi lebih cepat dan melindungi kepentingan masyarakat.

HAI juga siap memantau perkembangan persoalan yang telah disampaikan melalui kanal resmi. Pemeriksaan kembali terhadap kondisi lapangan dapat memberikan umpan balik mengenai tindak lanjut yang sudah berjalan, perubahan yang dirasakan warga, serta hambatan yang masih membutuhkan penyelesaian.

Kesiapan HAI membantu KSP bertumpu pada tujuan yang konkret: menghadirkan informasi yang dapat dipercaya, masukan yang dapat dilaksanakan, dan pengawalan yang berpihak kepada masyarakat.

Keberhasilan program prioritas Presiden semakin kuat ketika keputusan pemerintah menjawab persoalan lapangan dan manfaatnya benar-benar sampai kepada rakyat.