ACEH TAMIANG – Ketua Komisi V DPRK Aceh Tamiang, Adlansyah, menegaskan pentingnya integritas, transparansi pengelolaan anggaran, dan peningkatan mutu pendidikan bagi para kepala sekolah yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Penegasan tersebut disampaikan Adlansyah seusai menghadiri acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (13/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 55 kepala sekolah dilantik, terdiri atas tiga kepala taman kanak-kanak (TK), 43 kepala sekolah dasar (SD), dan sembilan kepala sekolah menengah pertama (SMP).
Menurut Adlansyah, jabatan kepala sekolah bukan sekadar kedudukan atau status sosial, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab moral, profesionalisme, serta komitmen kuat dalam memajukan dunia pendidikan.
Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjalankan tugas secara profesional, menjaga integritas, serta mengedepankan kepentingan peserta didik dalam setiap kebijakan yang diambil.
Dorong Inovasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan
Adlansyah meminta para kepala sekolah mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perkembangan, kualitas, dan prestasi sekolah.
Karena itu, ia mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kreatif, adaptif, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan kemampuan serta prestasi peserta didik, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain pencapaian akademik, pendidikan karakter juga harus menjadi perhatian utama. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan moral dan kepribadian generasi muda.
Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, penanaman nilai-nilai akhlak mulia, kedisiplinan, budi pekerti, dan kecintaan terhadap Tanah Air perlu diperkuat sejak dini.
Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Perlu Diperhatikan
Adlansyah juga menyoroti pentingnya pemulihan sektor pendidikan pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Dampak bencana terhadap fasilitas pendidikan, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menghambat proses belajar-mengajar.
Dalam konteks tersebut, para kepala sekolah diharapkan segera menginventarisasi kebutuhan sekolah, memperkuat koordinasi dengan komite sekolah dan orang tua murid, serta memastikan peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan.
Upaya pemulihan perlu dilakukan secara terkoordinasi agar kebutuhan sekolah yang terdampak bencana dapat ditangani sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada anak di Aceh Tamiang yang putus sekolah akibat dampak sosial maupun bencana.
Kepala Sekolah Harus Menjadi Teladan
Lebih lanjut, Adlansyah mengingatkan bahwa kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang mengayomi guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat di lingkungan sekolah.
Kepala sekolah juga dituntut memberikan teladan dalam kedisiplinan, etos kerja, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh unsur pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh komitmen dan kerja sama seluruh pihak, terutama para pemimpin satuan pendidikan.
“Harapan kita dari Komisi V DPRK Aceh Tamiang agar para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Adlansyah.
Ia berharap pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mempercepat pemulihan pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan