ACEH TAMIANG — Pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang mulai memasuki tahap pembangunan. Jembatan Lubuk Sidup di Kecamatan Sekerak dan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Kampung Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka, segera dibangun.

Rencana tersebut mendapat apresiasi dari anggota DPRA Daerah Pemilihan 7 (Langsa–Aceh Tamiang) dari Partai Demokrat, Nora Idah Nita, S.E. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), atas perhatian pemerintah terhadap pemulihan Aceh Tamiang.

“Terima kasih Pak Presiden Prabowo dan Kemenko Infrastruktur RI, Bapak AHY, yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan Jembatan Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak. Dalam waktu dekat jembatan tersebut akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Nora, Rabu (8/10/2026).

Menurut Nora, Jembatan Lubuk Sidup bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi memiliki peran penting dalam menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian di sejumlah wilayah.

Jembatan tersebut menjadi salah satu akses mobilitas warga antarkecamatan. Kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025 membuat pemulihan akses menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

“Pasca banjir melanda Aceh Tamiang, Kemenko Infrastruktur RI, Bapak AHY, sudah melihat langsung dan turun ke lapangan. Alhamdulillah, sekarang jembatan tersebut sudah akan dibangun,” ujarnya.

Nora menilai pembangunan kembali Jembatan Lubuk Sidup menjadi bagian penting dari agenda pemulihan pascabencana. Menurut dia, konektivitas yang kembali pulih akan membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus memperlancar pergerakan ekonomi.

Huntap Alur Jambu Mulai Dibangun

Selain pembangunan jembatan, Nora juga mengapresiasi dimulainya pembangunan hunian tetap (huntap) untuk masyarakat terdampak bencana di Kampung Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka.

Pembangunan huntap tersebut dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam koordinasi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Kegiatan groundbreaking diwakili Staf Khusus Kemenko Infrastruktur, Herzaki Mahendra.

Nora menyebut pembangunan hunian tetap menjadi kebutuhan mendasar bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat bencana.

“Ini merupakan bentuk kepedulian yang patut kita apresiasi. Masyarakat korban bencana sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak dan tempat yang tetap untuk mereka bernaung bersama keluarga,” katanya.

Ia berharap pembangunan Jembatan Lubuk Sidup dan huntap di Alur Jambu dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Nora, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak dapat kembali memiliki akses, tempat tinggal, serta ruang untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi mereka.