JAKARTA – Bagi semakin banyak traveler, bucket list perjalanan kini tak lagi hanya berisi tempat atau negara yang ingin dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang ingin dirasakan dan dicapai. Seiring gaya hidup aktif semakin menjadi bagian dari keseharian, olahraga pun mulai menjadi alasan baru untuk bepergian, mulai dari menyaksikan pertandingan dan mengikuti turnamen hingga menantang diri dalam maraton di berbagai kota dunia.
Perpaduan antara aktivitas olahraga dan eksplorasi destinasi ini melahirkan tren Sports Holiday, ketika perjalanan bukan sekadar tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang ingin diraih.
Minat terhadap perjalanan berbasis olahraga tersebut turut tercermin dalam data Golden Rama Tours & Travel. Sepanjang 2026, penjualan produk Sports Holiday tercatat naik sebesar 16.2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencakup berbagai perjalanan berbasis olahraga. Salah satu yang semakin menarik perhatian adalah maraton internasional, yang memadukan tantangan olahraga, pencapaian personal, dan kesempatan menjelajahi kota-kota dunia.
Perjalanan untuk mengikuti marathon menawarkan pengalaman yang lebih luas dari sekedar mencapai garis finish. Bagi sebagian traveler, sebuah race dapat menjadi alasan untuk memilih kota, menentukan waktu keberangkatan, bahkan memperpanjang masa tinggal.
Ada yang ingin merasakan atmosfer perlombaan di tengah kota metropolitan, berlari melewati landmark ikonik, atau menikmati destinasi dengan ritme berbeda setelah perlombaan. Maraton pun perlahan menjadi bagian dari bucket list perjalanan, bukan hanya karena tantangan olahraganya, tetapi juga karena kota yang menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Perkembangan ini hadir di tengah budaya lari yang semakin dekat dengan komunitas dan gaya hidup aktif. Di Indonesia, lebih dari 500 running events berlangsung di berbagai wilayah pada 2026, sementara jumlah running clubs tercatat meningkat hampir enam kali lipat pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Di tingkat global, lari juga menjadi salah satu aktivitas olahraga yang banyak dilakukan, dengan partisipasi dalam berbagai race yang terus berkembang.
Memasuki 2027, minat traveler terhadap perjalanan marathon internasional bersama Golden Rama terus menunjukkan pertumbuhan. Jumlah peminat marathon tercatat meningkat 3,7% dari 2025 ke 2026, dengan Sydney Marathon menjadi ajang yang paling diminati, mencakup sekitar 38,7% dari total pelanggan marathon Golden Rama, diikuti London Marathon dengan kontribusi sekitar 17,1%.
Tren ini memperlihatkan bagaimana sebuah ajang olahraga dapat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan destinasi perjalanan, sekaligus membuka kesempatan bagi traveler untuk mengenal kota melalui pengalaman yang berbeda.
Untuk 2027, Golden Rama menghadirkan pilihan perjalanan ke tujuh dari delapan ajang Abbott World Marathon Majors, yaitu Tokyo Marathon (7 Maret), London Marathon (24–25 April), Sanlam Cape Town Marathon (23 Mei), Sydney Marathon (29 Agustus), Berlin Marathon (26 September), Chicago Marathon (10 Oktober), dan New York Marathon (7 November). Selain itu, tersedia pilihan ajang internasional lainnya, seperti Gold Coast Marathon, Nike Melbourne Marathon, Shanghai Marathon, United Airlines NYC Half Marathon, dan RBC Brooklyn Half Marathon, serta rangkaian SuperHalfs di Copenhagen, Lisbon, Prague, Berlin, Cardiff, dan Valencia. Setiap destinasi menawarkan karakter pengalaman yang berbeda, mulai dari berlari di tengah kota dengan landmark ikonik seperti Sydney dan London, menikmati suasana pesisir di Gold Coast, hingga merasakan dinamika kota metropolitan seperti Shanghai.
Meski marathon menjadi salah satu pilihan dalam portofolio Sports Holiday, perjalanan bertema olahraga dari Golden Rama tidak terbatas pada lari. Pilihannya juga mencakup perjalanan untuk menyaksikan turnamen golf, pertandingan tenis dan sepak bola, hingga ajang balap motor seperti MotoGP dan Formula 1. Ragam pilihan ini memungkinkan traveler merencanakan perjalanan berdasarkan olahraga yang diminati, baik untuk berpartisipasi langsung maupun menyaksikan kompetisi kelas dunia.
Lebih dari sekadar menentukan tujuan liburan, olahraga dapat menjadi titik awal untuk membangun pengalaman perjalanan. Sebuah marathon, pertandingan sepak bola, atau balapan internasional bisa menjadi alasan untuk mengunjungi sebuah kota, sementara waktu di luar agenda utama memberi kesempatan untuk menjelajahi budaya, kuliner, dan berbagai daya tarik lokal. Dalam konteks ini, Sports Holiday mencerminkan cara menikmati perjalanan yang semakin beragam: bukan hanya tentang tempat yang ingin dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang ingin dibawa pulang.
Perjalanan berbasis olahraga juga tidak selalu berakhir ketika agenda utamanya selesai. Data Golden Rama menunjukkan bahwa traveler Sports Holiday rata-rata menghabiskan 4 hari di destinasi yang dituju. Hal ini menunjukkan bagaimana aktivitas olahraga dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang—dengan waktu untuk mencoba makanan lokal, mengunjungi tempat yang belum sempat didatangi, atau sekadar menikmati suasana kota tanpa terburu-buru.
“Sports Holiday menunjukkan bagaimana olahraga semakin menjadi bagian dari cara orang menikmati perjalanan. Bukan lagi sekadar aktivitas yang dilakukan selama berada di sebuah destinasi, olahraga kini dapat menjadi alasan untuk memilih sebuah kota dan membentuk keseluruhan pengalaman di dalamnya.
Marathon menjadi salah satu contoh yang menarik, karena pengalaman tersebut tidak hanya dimulai saat race berlangsung, tetapi sejak persiapan hingga traveler berada di destinasi. Karena itu, kami berupaya menghadirkan perjalanan yang lebih menyeluruh, termasuk melalui pre-race workshop dan pendampingan selama perjalanan,” ujar Ricky Hilton, General Manager Communications and CRM Golden Rama Tours & Travel.
Melalui pilihan perjalanan bertema olahraga, Golden Rama menghadirkan pengalaman yang dirancang sejak sebelum keberangkatan hingga peserta berada di destinasi. Untuk perjalanan marathon, misalnya, peserta dapat mengikuti pre-race workshop yang membahas berbagai persiapan, mulai dari pilihan makanan, kondisi lapangan, hingga cuaca di lokasi perlombaan, serta sharing session bersama pelari berpengalaman yang telah mengikuti berbagai marathon internasional.
Selama berada di destinasi, peserta juga didampingi oleh guide yang siap membantu sepanjang perjalanan. Dengan demikian, perjalanan tidak hanya berfokus pada race, tetapi juga memberikan ruang bagi traveler untuk mempersiapkan diri, menikmati destinasi, dan membawa pulang pengalaman yang lebih lengkap.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan