Sabra Al Muqtadha Nahkodai Ikatan Mahasiswa Aceh Tamiang Periode 2026–2027

Daerah, Pendidikan48 Dilihat

LHOKSEUMAWE – Semangat regenerasi kepemimpinan kembali bergema di kalangan mahasiswa Aceh Tamiang yang menempuh pendidikan di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Musyawarah Besar (MUBES) Ikatan Mahasiswa Aceh Tamiang (IMATA) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 Agustus 2026, sukses melahirkan kepemimpinan baru dengan terpilihnya Sabra Al Muqtadha sebagai Ketua Umum IMATA periode 2026–2027.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pemuda Islam Indonesia (PII) Lhokseumawe dan Aqshar Caffe itu mengusung tema “Menyiapkan Pemilihan dan Pemimpin yang Cerdas”. Tema tersebut menjadi refleksi komitmen organisasi dalam membangun proses demokrasi yang sehat sekaligus mencetak pemimpin muda yang berintegritas dan visioner.

MUBES menjadi forum tertinggi organisasi yang tidak hanya menentukan arah kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan kepengurusan sebelumnya.

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai tahapan persidangan, mulai dari pembahasan tata tertib, penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), hingga pemilihan Ketua Umum yang berlangsung secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai musyawarah serta kekeluargaan.

Hasil forum menetapkan Sabra Al Muqtadha sebagai nahkoda baru IMATA, menggantikan Dilla Safana Ulya yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum demisioner. Pergantian estafet kepemimpinan ini menandai babak baru perjalanan organisasi mahasiswa asal Aceh Tamiang tersebut.

Sabra Al Muqtadha lahir di Kampung Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 17 September 2006. Putra dari Mustafa Kamal itu dikenal sebagai mahasiswa yang memiliki semangat membangun solidaritas antarmahasiswa Aceh Tamiang di perantauan.

Di bawah kepemimpinannya, IMATA diharapkan semakin aktif menjalankan peran sebagai wadah pengembangan kapasitas, penguatan jaringan, serta pengabdian bagi mahasiswa maupun masyarakat Aceh Tamiang.

Terpilihnya Sabra juga membawa harapan baru agar IMATA mampu terus berkembang menjadi organisasi yang progresif, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Selain melanjutkan berbagai program yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya, kepemimpinan baru diharapkan menghadirkan inovasi yang mampu memperkuat eksistensi organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia Aceh Tamiang.

Musyawarah Besar IMATA 2026 pun menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, demokrasi, dan regenerasi tetap terjaga di tubuh organisasi.

Dengan kepemimpinan yang baru, IMATA diharapkan semakin solid dalam merangkul seluruh mahasiswa Aceh Tamiang di Lhokseumawe dan Aceh Utara serta menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi muda yang siap mengabdi untuk daerah.