LANGSA — Dinamika internal Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Langsa mulai menghangat menjelang perhelatan Konferensi Cabang (Konfercab). Di tengah bursa suksesi kepemimpinan, nama Pratama Aditya Darmawan resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum.

Bagi Pratama, Konfercab bukan sekadar agenda rutin lima tahunan atau seremonial pergantian tampuk kepemimpinan. Ia memandang momentum ini sebagai titik balik krusial untuk mengevaluasi arah gerak organisasi di tengah kompleksitas tantangan sosial, politik, dan ekonomi hari ini.

“Saya melihat Konfercab bukan hanya tentang siapa yang menjadi ketua berikutnya. Konfercab adalah tentang bagaimana kita menentukan SEMMI Langsa akan dibawa ke mana dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Pratama.

Ia menegaskan, organisasi mahasiswa sudah saatnya keluar dari zona nyaman gerakan seremonial belaka. SEMMI harus kembali ke marwah utamanya: memperkuat tradisi intelektual, ketajaman kaderisasi, konsistensi advokasi, serta keberpihakan nyata pada persoalan umat dan masyarakat.

Menolak Kultus Individu: Kekuatan Ada pada Kader

Ada yang menarik dari visi kepemimpinan yang diusung oleh Pratama. Ia secara tegas menolak pola organisasi yang sangat bergantung pada figur seorang ketua. Menurutnya, sebuah organisasi yang sehat bertumpu pada kolektif kolegial dan kekuatan basis anggotanya.

“Ketua itu hanya satu orang, tetapi organisasi adalah milik seluruh kader. Karena itu, saya tidak ingin membangun SEMMI yang kuat karena ketuanya, tetapi SEMMI yang kuat karena kader-kadernya,” tegas Pratama.

Ia juga berpesan agar kontestasi Konfercab tidak diwarnai oleh perpecahan. Perbedaan pilihan politik dalam ruang demokrasi internal adalah hal yang lumrah, asalkan bermuara pada adu gagasan yang sehat, bukan saling menjatuhkan.

“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda tujuan. Tujuan kita tetap sama, yaitu membesarkan SEMMI Langsa dan memastikan organisasi ini tetap menjadi ruang perjuangan bagi kader,” tambahnya.

Visi Besar: Kader Gesit, Berpikir Kritis, Solutif untuk Daerah

Jika dipercaya memegang Mandat Ketua Umum, Pratama berkomitmen mendorong SEMMI Langsa agar lebih agresif dalam melahirkan gagasan strategis dan mengambil peran sentral di tengah masyarakat. Kader SEMMI, kata dia, harus punya keberanian moral untuk membaca dinamika daerah, mengkritisi kebijakan publik secara konstruktif, serta menawarkan solusi nyata.

Pondasi utama yang akan ia bangun bertumpu pada penguatan kapasitas intelektual dan jejaring luas dengan berbagai elemen masyarakat.

“Saya ingin kader SEMMI bukan hanya dikenal karena organisasinya, tetapi dikenal karena gagasannya, kapasitasnya, dan kontribusinya untuk masyarakat,” ungkapnya.

Bagi Pratama, kursi Ketua Umum bukanlah sebuah privilese atau sekadar jabatan prestisius, melainkan sebuah mandat moral yang sarat dengan tanggung jawab berat.

“Kalau saya diberikan amanah, saya tidak menjanjikan bahwa semuanya akan mudah. Tetapi saya bisa menjanjikan satu hal: saya akan bekerja bersama kader dan tidak meninggalkan proses perjuangan itu sendirian,” ucapnya dengan nada optimis.

Titik Balik Menuju SEMMI Langsa yang Lebih Solid

Menutup pernyataannya, Pratama menyerukan kepada seluruh kader dan pemilik suara di SEMMI Langsa untuk menjadikan Konfercab kali ini sebagai panggung konsolidasi gagasan, menepis ego sektoral, dan menatap masa depan organisasi dengan energi segar.

“Mari kita jadikan Konfercab ini bukan sekadar pergantian nama di struktur kepengurusan. Jadikan ini sebagai titik awal untuk membangun SEMMI Langsa yang lebih solid, lebih intelektual, lebih berani, dan lebih bermanfaat,” pungkasnya.

Konfercab boleh jadi sekadar ruang untuk memilih pemimpin. Namun yang jauh lebih penting, Konfercab adalah gelanggang untuk merajut masa depan dan menentukan arah perjuangan.