ACEH TAMIANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh menempuh medan terjal selama enam jam perjalanan demi menjangkau Desa Suka Makmur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana, Selasa (6/1/2026).
Akses menuju desa tersebut tergolong sulit akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur pascahujan. Kendati demikian, tim PMI tetap hadir langsung ke lokasi guna memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan meliputi logistik kebutuhan dasar, layanan dukungan psikososial bagi anak-anak dan warga terdampak, serta penyediaan layanan internet gratis melalui program Restoring Family Links (RFL) agar warga dapat berkomunikasi dengan keluarga dan mengakses informasi penting pascabencana.
Koordinator Lapangan PMI Aceh Tamiang, Habibi, mengatakan medan yang sulit tidak menyurutkan komitmen PMI dalam pelayanan kemanusiaan.
“Kami harus menempuh perjalanan sekitar enam jam dengan kondisi medan yang cukup berat. Namun, ini tidak menjadi hambatan bagi PMI untuk memastikan bantuan logistik, layanan psikososial, serta akses komunikasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Suka Makmur,” ujar Habibi.
Sementara itu, salah satu warga Desa Suka Makmur, Rayya, mengungkapkan bahwa keterbatasan akses membuat bantuan ke wilayah mereka sangat minim.
“Akses ke desa kami memang sangat sulit dan memakan waktu lama. Akibatnya, bantuan jarang masuk. Sudah lebih dari sebulan setelah banjir, kami masih kekurangan logistik dan air bersih,” kata Rayya.
PMI Aceh menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan bantuan, khususnya ke wilayah terpencil dan sulit diakses, guna membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.







