
BANDA ACEH – Pencalonan Nasir Nurdin sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031 mendapat dukungan dari tiga organisasi pers di Aceh, yakni Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), dan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Multimedia Indonesia Provinsi Aceh.
Dukungan tersebut terlihat saat Nasir Nurdin bersama tim pemenangannya menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon Ketua PWI Aceh di Sekretariat PWI Aceh, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026).
Ketua AMSI Aceh Aryos Nivada, Ketua SPS Aceh Muktaruddin Usman, dan Ketua Forum Pimred Multimedia Indonesia Provinsi Aceh Muhammad Saleh hadir langsung dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ketiganya mengikuti agenda bersama Nasir, mulai dari konferensi pers di Rex Premium Kopi, Peunayong, makan siang bersama, hingga penyerahan dokumen pencalonan kepada Steering Committee (SC) Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh.
Nasir datang bersama tim pemenangan yang dipimpin Jufrizal dari Media Kanalinspirasi.com untuk menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan sebagai bagian dari proses menuju pemilihan Ketua PWI Aceh untuk lima tahun mendatang.
“Sebagai kandidat Ketua PWI Aceh periode 2026–2031, hari ini saya menyerahkan dokumen formulir pendaftaran sekaligus secara resmi mendaftar sebagai bakal calon kepada Tim SC Konferprov XIII PWI Aceh,” kata Nasir.

Ketua PWI Aceh periode 2021–2026 itu menyatakan kesiapannya melanjutkan kepemimpinan apabila kembali mendapatkan kepercayaan dari anggota. Ia menegaskan, sejumlah pekerjaan yang belum tuntas selama periode pertama akan menjadi perhatian dalam kepemimpinan berikutnya.
“Insyaallah, kalau amanah ini dipercayakan kepada saya untuk lima tahun ke depan, saya akan mencoba menuntaskan berbagai pekerjaan rumah yang masih tertunda pada periode pertama,” ujarnya.
Perkuat Konsolidasi dan Integritas Organisasi
Nasir mengatakan, penguatan konsolidasi organisasi menjadi salah satu agenda penting yang akan dilanjutkan. Menurut dia, hubungan dan koordinasi antara kepengurusan PWI tingkat provinsi dengan kabupaten/kota perlu terus diperkuat agar organisasi berjalan lebih solid.
“Ya, kita akan memperkuat konsolidasi antara provinsi dengan kabupaten/kota. Kita juga akan terus memperjuangkan marwah dan integritas PWI agar tetap tegak di tengah masyarakat Aceh,” tegasnya.
Ia menilai, soliditas internal dan terjaganya integritas organisasi merupakan faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan publik terhadap PWI sebagai organisasi profesi wartawan.
Dalam kesempatan itu, Nasir juga menyampaikan apresiasi kepada anggota PWI Aceh, para senior, serta pimpinan organisasi pers yang telah memberikan dukungan terhadap pencalonannya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman anggota, juga kepada para senior, Ketua AMSI, Ketua SPS dan Ketua Forum Pimred Aceh. Insya Allah kita siap memimpin untuk periode kedua,” katanya.
Kantongi 118 Dukungan Anggota
Berdasarkan data yang disampaikan tim pemenangan, Nasir telah mengantongi 118 dukungan anggota. Jumlah tersebut melampaui persyaratan minimal pencalonan sebesar 10 persen dari total 320 anggota yang tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS), atau setara dengan 32 dukungan.
Pada saat penyerahan berkas, Nasir disebut sebagai bakal calon pertama yang menyerahkan dokumen dukungan kepada panitia. Sementara itu, tiga bakal calon lainnya, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, belum menyerahkan berkas pencalonan.
Meski telah mengantongi dukungan anggota dan menyerahkan dokumen pendaftaran, kelengkapan persyaratan pencalonan tetap harus mengikuti proses verifikasi serta mekanisme yang ditetapkan panitia Konferprov XIII PWI Aceh.
Dukungan dari pimpinan AMSI Aceh, SPS Aceh, dan Forum Pimred Multimedia Indonesia Provinsi Aceh menjadi bagian dari dinamika menjelang pemilihan Ketua PWI Aceh periode 2026–2031.
Konferprov XIII PWI Aceh akan menjadi forum bagi anggota untuk menentukan kepemimpinan organisasi lima tahun ke depan. Nasir menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan yang berlaku dengan membawa agenda penguatan konsolidasi, pemeliharaan marwah organisasi, dan penegakan integritas PWI di Aceh.




Tinggalkan Balasan