Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pun meminta masyarakat, terutama mereka yang masih bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan genangan, tidak menganggap kondisi tersebut sebagai persoalan biasa.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah antisipasi apabila debit air sungai kembali mengalami kenaikan signifikan.
“Kita minta kepada masyarakat yang masih tinggal di bantaran sungai agar dapat waspada terhadap ancaman bencana banjir,” ujar Armia, Jumat (18/9/2026).
Menurut Armia, peningkatan debit sungai berkaitan dengan tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai memiliki risiko lebih besar apabila hujan kembali turun dalam intensitas tinggi.
Peringatan tersebut semakin penting menyusul informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh.
“Prediksi curah hujan dari BMKG menginformasikan pada Oktober sampai dengan Desember 2026 terpantau curah hujan dengan intensitas menengah dan tinggi di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Aceh,” kata Armia.
Jangan Menunggu Air Meluap
Bagi pemerintah daerah, kewaspadaan tidak seharusnya baru dibangun ketika air telah meluap dan memasuki permukiman.
Armia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya instansi yang berkaitan langsung dengan penanggulangan bencana, memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini.
“Kita juga meminta kepada seluruh OPD, terutama dinas terkait, untuk waspada terhadap dampak curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Lakukan langkah-langkah antisipasi,” tegasnya.
Langkah antisipasi itu mencakup pemantauan perkembangan debit sungai, kesiapan menghadapi kemungkinan genangan, hingga memastikan respons cepat apabila kondisi di lapangan memburuk.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait potensi ancaman banjir serta penanganan masyarakat yang terdampak.
Koordinasi tersebut tidak hanya menyangkut kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, tetapi juga distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir yang hingga kini disebut masih belum diterima oleh sebagian masyarakat.
Sinyal yang Tak Boleh Diabaikan
Meningkatnya debit sungai menjadi pengingat bahwa ancaman banjir membutuhkan kesiapan sebelum keadaan berubah menjadi darurat.
Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, pemantauan kondisi air menjadi langkah penting. Jika debit terus meningkat, masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi, lokasi pengungsian, serta memastikan anggota keluarga dapat segera berpindah ke tempat yang lebih aman apabila situasi mengharuskan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga didorong untuk memastikan komunikasi peringatan dini berjalan cepat hingga ke tingkat kampung.
Sebab, ketika hujan deras kembali turun dan permukaan sungai bergerak naik, waktu untuk mengambil keputusan bisa menjadi sangat terbatas.
Kesiapsiagaan hari ini bukan sekadar menghadapi kemungkinan banjir, tetapi upaya mencegah agar bencana tidak kembali menimbulkan korban dan kerugian yang lebih besar.
Post Views: 117