
Situbondo – Prajurit TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) mematangkan integrasi beragam alutsista menjelang penembakan gabungan Combined Joint Live Fire Exercise (CJLFX) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026. Kegiatan berlangsung di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Senin (19/10/2026). Kesiapan tersebut ditinjau Direktur Latihan (Dirlat) Kodiklat TNI Brigjen TNI Kamil Bahren Pasha bersama Komandan Pusat Latihan (Danpuslat) Kodiklat TNI Marsma TNI Ramot C.P. Sinaga serta Commander Landing Force ADF Kolonel Mark Tutton dari Titik Tinjau T-12.
Dansatgas Latgabma Keris Woomera 2026 Kolonel Laut (P) Wahyu Endriawan mengatakan bahwa CJLFX merupakan penembakan gabungan yang mengintegrasikan berbagai jenis persenjataan dan alutsista. Penembakan ini bertujuan menguji kesiapan, koordinasi, serta kemampuan prajurit kedua negara dalam operasi gabungan. TNI melibatkan unsur TNI AD, TNI AL, serta TNI AU, termasuk prajurit Yonif 521/Dadaha Yodha Brigif 16/Wira Yudha dan Yonif 1 Marinir Brigif 2 Marinir. Seluruh unsur tersebut terintegrasi dengan unsur ADF guna menyelaraskan prosedur serta koordinasi antarsatuan.
Pemantapan CJLFX menjadi momentum bagi TNI dan ADF untuk memastikan kesiapan memadukan berbagai sistem persenjataan dalam satu skenario operasi. Kegiatan ini menegaskan komitmen TNI untuk meningkatkan profesionalisme serta kesiapan operasional prajurit, sekaligus menjadi wujud diplomasi militer Indonesia dalam mendukung stabilitas kawasan Indo-Pasifik.





Tinggalkan Balasan