
ACEH TAMIANG — Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan ratusan kepala keluarga (KK) mengungsi. Berdasarkan data Posko Terpadu Penanganan Banjir Kabupaten Aceh Tamiang per Senin (12/10/2026) pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 373 KK atau 1.128 jiwa.
Data rekapitulasi yang diterbitkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang tersebut mencakup 12 kecamatan. Namun, pengungsian yang tercatat dalam tabel terkonsentrasi di sejumlah kecamatan, sementara beberapa wilayah lainnya belum mencantumkan angka pengungsian.
Kecamatan Tenggulun mencatat jumlah pengungsi berdasarkan kepala keluarga terbanyak, yakni 134 KK atau 176 jiwa. Selanjutnya, Kecamatan Bendahara dengan 92 KK atau 364 jiwa, Kecamatan Kejuruan Muda sebanyak 75 KK atau 302 jiwa, serta Tamiang Hulu sebanyak 31 KK atau 124 jiwa.
Sementara itu, Kecamatan Karang Baru mencatat 30 KK atau 122 jiwa mengungsi. Kota Kuala Simpang tercatat tujuh KK atau 25 jiwa, sedangkan Kecamatan Seruway sebanyak empat KK atau 15 jiwa.
” Berdasarkan data Posko Terpadu Penanganan Banjir Kabupaten Aceh Tamiang, 12 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB, jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 373 KK atau 1.128 jiwa mengungsi,” jelas Plt. Kepala Pelaksana BPBD oleh Iman Suheri, S.STP., MSP., Senin (12/10/2026) sore.

Bayu menyampaikan data penanganan banjir ini bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi di lapangan serta proses pemutakhiran data oleh petugas.
Untuk itu pihaknya meminta seluruh camat meningkatkan pemantauan kondisi wilayah masing-masing dan memastikan informasi mengenai perkembangan banjir disampaikan secara akurat kepada masyarakat.
“Diminta kepada semua camat agar terus dapat memantau kondisi terkini wilayahnya masing-masing. Berikan informasi yang akurat dan pastikan warga tidak panik,” pinta Iman Suhery.
Bayu juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan ketinggian air sungai, serta mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi.
Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang benar dan koordinasi antara pemerintah kecamatan, perangkat desa, petugas kebencanaan, serta masyarakat untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Masyarakat juga diingatkan agar mengutamakan keselamatan jiwa, tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang atau arus air yang berbahaya, serta segera melaporkan perkembangan banjir kepada perangkat desa maupun petugas terkait.
BPBD Aceh Tamiang bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, observasi, dan pendataan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari petugas.





Tinggalkan Balasan