ACEH TAMIANG – Tiga unit traktor disalurkan kepada kelompok tani di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (20/10/2026). Bantuan melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA) tersebut diharapkan membantu petani kembali mengolah lahan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Penyaluran bantuan itu merupakan inisiatif Muhammad Zakiruddin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Partai Aceh dari daerah pemilihan (Dapil) 7 (Langsa – Aceh Tamiang), yang akrab disapa Bang Jek.

Tiga kecamatan penerima bantuan tersebut meliputi Bandar Mulia, Manyak Payed, dan Rantau. Bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan masyarakat korban konflik yang turut menghadapi dampak bencana, terutama dalam upaya menghidupkan kembali aktivitas pertanian.

Muhammad Zakiruddin mengatakan, ketersediaan peralatan pertanian menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petani untuk kembali menggarap lahan dan melanjutkan kegiatan produksi setelah bencana.

Menurut dia, bantuan traktor diharapkan dapat meringankan beban petani, mempercepat pengolahan lahan sawah, serta membantu memulihkan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Dukungan peralatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi warga di wilayah penerima bantuan, seiring dengan upaya masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas produktif pascabencana.

Sementara itu, Suherman, perwakilan kelompok tani penerima bantuan, menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Zakiruddin, BRA, dan Pemerintah Aceh atas bantuan yang diberikan.

Ia mengatakan, keberadaan traktor sangat membantu kelompok tani, terutama dalam proses pengolahan lahan sawah yang membutuhkan peralatan memadai.

Suherman berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dikelola dengan baik oleh kelompok tani agar memberikan manfaat bagi para anggota serta meningkatkan produktivitas pertanian.

Dengan dukungan peralatan pertanian itu, para petani berharap kegiatan pengolahan lahan di tiga kecamatan dapat kembali berjalan lebih baik. Sektor pertanian diharapkan menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang setelah bencana.