Menyalakan Semangat Kemandirian Pesantren: UBP Lontar Gaungkan Kolaborasi Industri–Santri

Berita2187 Dilihat

TANGERANG,-– Upaya memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi santri di era digital mendapat dukungan kuat dari dunia industri. Hal ini terlihat dalam Sarasehan Nasional Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten yang digelar di Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa, Tangerang. Dalam forum tersebut, Ria Indrawan, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar, hadir sebagai salah satu narasumber kunci.

Membawakan materi berjudul “Sinergi Dunia Industri dan Pesantren dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Santri untuk Kemandirian Pesantren”, Ria mengajak para peserta melihat peluang besar kolaborasi antara pesantren dan sektor industri.

Ia menegaskan bahwa berbagai inovasi digital yang telah diterapkan di UBP Lontar dapat menjadi contoh nyata bagi pesantren yang ingin memperkuat kapasitas teknologi dan literasi digitalnya.

Ria memaparkan bahwa transformasi digital di UBP Lontar kini mencakup sistem otomasi operasional serta monitoring berbasis teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi dan mendukung kemandirian unit. Menurutnya, praktik tersebut dapat menjadi inspirasi bagi model technopreneurship di lingkungan pesantren.

Pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi unggul. Industri dapat hadir sebagai mitra yang membuka akses pembelajaran, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi. Kolaborasi ini memberi ruang bagi santri untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas,” ujar Ria.

Ia juga menekankan bahwa literasi digital dan technopreneurship merupakan fondasi penting untuk mewujudkan pesantren mandiri yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Kemandirian pesantren tumbuh dari kesiapan SDM-nya. Ketika santri dibekali keterampilan relevan dan jaringan yang tepat, mereka mampu membangun usaha berkelanjutan dan sesuai perkembangan era digital,” tambahnya.

Sarasehan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI Farida Faricha, Founder Digi Herba Amin Sudarsono, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Agus Mintono, SH., M.Si., serta Anggota DPRD Provinsi Banten Syarifudin Salwani. Keikutsertaan berbagai pemangku kepentingan tersebut menambah bobot diskusi, terutama terkait penguatan ekosistem ekonomi santri di era industri 4.0.

Melalui diskusi panel, tanya jawab, dan perumusan rekomendasi, forum ini berlangsung dinamis dan menghasilkan sejumlah gagasan strategis untuk memperkuat jejaring antara pesantren, pemerintah, dan dunia industri. Sarasehan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem ekonomi santri yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *