Setelah Dua Kali Tenggelam, Getek di Pesisir Aceh Tamiang Kembali Beroperasi

SATUKATA.NET, ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kembali mengoperasikan getek yang melayani penyeberangan dari Kampung Tanjung Binjai dengan Kampung Kuala Peunaga Kecamatan Bendahara.

Masyarakat yang selama ini mengandalkan moda transportasi ini untuk mengangkut hasil perkebunan menyambut hangat atas upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kembali mengoperasikan getek.

banner 400x130

Diketahui wilayah tersebut memiliki kurang lebih 1.000 hektare lahan perkebunan yang didominasi kelapa sawit di Tanjung Binjai yang di angkut dan  diseberangkan menggunakan getek.

“Enam bulan terakhir getek ini tidak berfungi karena rusak, kerusakannya sangat parah,” kata Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra ketika meninjau pengoperasionalan getek tersebut, Selasa (11/6/2024) pagi.

Asra menjelaskan getek yang sudah ada sejak daerah ini masih bersatu dengan Aceh Timur sudah dua kali tenggelam dalam dua tahun terakhir. Pertama saat banjir 27 Juni 2022 dan kembali tenggelam pada Desember 2023.

“Januari 2024 langsung kami angkat, ternyata kondisinya sudah rusak parah,” ungkapnya.

Proses perbaikan ini harus dilakukan secara gotong royong karena Pemkab Aceh Tamiang hanya memiliki anggaran Rp 160 juta. Anggaran ini tidak cukup untuk membeli mesin baru, plat besi, tiang besi dan item lainnya.

“Besi ada dari Pertamina, alat berat dari Dinsos yang dikelola BPBD, sebagian kami kanibal dari getek lama,” ungkap Asra.

Asra mengakui perbaikan getek ini murni kebijakan pemerintah daerah karena didorong kebutuhan masyarakat yang sangat kuat. Di sisi lain, tidak berfungsinya getek ini berdampak pada rusaknya titi gantung yang diperuntukkan untuk sepeda motor.

Upaya Perbaikan Getek

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tamiang  Drs Syuibun Anwar menjelaskan ada beberapa langkah aga getek tersebut dapat kembali beropesi.

Namun mengalami hambatan sehingga pada dengan tidak beroperasinya getek tersebut truk masyarakat mulai nekat menyeberang di titi gantung.

“Karena getek tidak ada, truk masyarakat mulai nekat menyeberang di titi gantung. Akhirnya lantai jembatan sudah pada rusak,” jelas Asra didampingi Kadis Perhubungan, Syuibun Anwar.

Syuibun menambahkan perbaikan getek ini melalui proses panjang karena sudah dirintis masa Bupati Mursil.

“Getek tenggelam tahap pertama pada tanggal 23 Juli 2022, Bupati Aceh Tamiang telah menyurati kepala Balai Transportasi Darat (BPTD) Wilayah 1 Aceh tanggal 16 Agustus 2022, namun sampai berakhir tugas pak Mursil usulan belum mendapat tindak lanjut,” kata dia.

Proses ini dilanjutkan ketika Meurah Budiman ditunjuk sebagai Pj Bupati Aceh Tamiang. Meurah  kembali menyurati Kepala Dinas Perhubungan Aceh pada 17 Februari 2023. Tujuan surat itu untuk membantu membangun getek (ponton), namun sampai berakhir masa tugas belum juga mendapat realisasi dari Pemerintah Aceh.

Perjuangan ini dilanjutkan Pj Bupati Asra dengan diawali membantu menarik getek yang tenggelam pada 5 Janurari 2024. Bangkai getek kemudian dibawa ke workshop di Karangbaru untuk diperbaiki.” Alhamdulillah hari ini bisa dioperasikan,” kata Syuibun.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *