SD Bengkelang Sering Tergenang Air, BPBD Aceh Tamiang Turunkan Alat Berat

Bencana, Pendidikan2122 Dilihat

SATUKATA.NET | ACEH TAMIANG — Akibat sering tergenang banjir saat hujan deras kawasan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Bengkelang Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat turunkan alat berat (Exavator).

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Iman Suhery kepada media ini, Sabtu (21/10/2023) mengatakan bahwa pihaknya menurunkan satu alat berat (exavator) untuk membersihkan alur – alur dikawasan SD Negeri Bekelang.

Bayu sapaan akrab Iman Suhery menjelaskan bahwa penurunan alat berat (exavator) dibarengi dengan surat permohonan Datok Penghulu Kampung Bengkelang yang menyampaikan kondisi SD yang selalu tergenang setiap hujan.

“Setiap hujan kawasan SD tergenang banjir, bahkan ruang kelas ikut tergenang air. Setiap hujan para guru dan siswa harus mengempel kelas,” sebut Bayu sesuai keterangan Datok Penghulu.

Kemudian kata Bayu hal itu disebabkan oleh alur sungai yang berada dikawasan tersebut perlu dilakukan normalisasi.

“Exavator dari kemarin sudah mulai melakukan normalisasi alur-alur. Kita berharap dengan dilakukan normalisasi dapat meminalisir terjadinya lagi genangan air dalam kelas, dan proses belajar mengajar dapat berjalan normal lagi,” harap Bayu.

Sebelumnya Datok Penghulu Kampung Bengkelang Kecamatan Bandar Pusaka, Adnan mengatakan bahwa menyikapi kondisi SD Negeri Bengkelang, pihak Pemerintah Kampung mengambilkan langkah dengan meminta bantuan kepihak BPBD untuk dapat meminjam pakai alat berat (exavator).

Langkah ini, sambung Adnan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kampung terhadap sekolah dimana anak-anak menimba ilmu.

” Kita prihatin dengan kondisi sekolah saat hujan terus tergenang air. Bahkan dampaknya ruang kelas juga ikut terendam. Guru dan murid pasca hujan selalu membersihkan kelas, bahkan sering terjadi libur sekolah,” urai Adnan.

Adnan menjelaskan dengan kondisi tersebut pihaknya mengajukan permohonan pinjam pakai exavator di BPBD Aceh Tamiang.

“Alhamdulillah, pihak Kalak BPBD menyetujui dan menurunkan exavator untuk menormalisasi alur sungai. Terima kasih Pak Bayu, semoga dengan exavator yang lakukan normalisasi dapat mengatasi genang air dalam kelas,” tutup Adnan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *