Refleksi dan Tindak Lanjut Program Sekolah Gratis SMAN 1 Kotapanjang

GAYO LUES–Program Sekolah Gratis sudah berjalan selama 3 tahun di SMAN 1 Kutapanjang, Gayo Lues, dan pelaksanaannya sudah memasuki akhir tahun ketiga. Oleh karena itu, pihak sekolah dan OSIS melakukan kegiatan refleksi dan tindak lanjut program sekolah gratis tersebut.

Dalam acara ini pihak sekolah mengundang pihak-pihak yang memiliki peran aktif dalam suksesnya program ini, yang terdiri dari tokoh masyarakat, alumni, dan instansi terkait.

Dr. Kamaruddin, S.Pd.,M.Si sebagai Kepala SMAN 1 Kutapanjang, dalam sambutannya, Rabu (20/09/2023) menyampaikan bahwa latar belakang adanya program sekolah gratis ini karena berdasarkan data di tahun 2020 menunjukkan bahwa 90% orang tua peserta didik masih tergolong dalam kelompok ekonomi lemah dan sebagian termasuk penduduk miskin.

Selain itu, 15% peserta didik putus sekolah ini dikarenakan orang tua peserta didik kekurangan biaya dalam menlanjutkan pendidikan anaknya, sehingga dari data tersebut terbukti hanya 25% peserta didik yang melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi.

Hal ini membuat kepala sekolah merasa tertantang untuk membuat program sekolah gratis dengan melibatkan Ikatan Alumni SMAN 1 Kutapanjang, masyarakat, dan Instansi terkait dalam hal ini Dosen Manajemen PSDKU Gayo Lues USK sebagai fasilitator untuk melatih OSIS dalam berwirausaha.

Dalam kegiatan ini Komite sekolah SMAN 1 Kutapanjang, Bapak Wahyuni, menerangkan bahwa dengan adanya program sekolah gratis ini sangat membantu para orang tua peserta didik dan beliau mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada kepala sekolah, alumni, masyarakat dan tenaga ahli yang sudah berperan aktif dalam mensukseskan program sekolah gratis dan berharap program ini bisa tetap berjalan.

Acara kegiatan refleksi dan tindak lanjut program sekolah gratis ini berlangsung selama 1 jam, dalam kegiatan ini diadakan juga diskusi atau sharing session dengan tokoh masyarakat, ikatan alumni, dan tenaga ahli.

Bapak Abd. Salam, selaku tokoh masyarakat sangat mengapresiasi program sekolah gratis tersebut, beliau berharap program ini tetap berlanjut bukan hanya di tingkat SMA bahkan kalau bisa diaplikasikan juga pada jenjang pendidikan dasar dan perguruan tinggi.

Bapak Arwin, SE.,M.Si sebagai alumni mengapresiasi kinerja Kepala Sekolah yang telah menggandeng alumni untuk berperan aktif dalam program sekolah. Beliau menyampaikan bahwa baru saat ini sekolah ini memiliki Ikatan Alumni dan langsung dapat bekerjasama dengan OSIS SMAN 1 Kutapanjang. Alumni ini berharap kegiatan program sekolah gratis ini tetap berjalan karena program ini memberikan banyak dampak positif dan sangat membantu orang tua peserta didik dalam hal pendanaan.

“Program ini berjalan dengan baik karena kepala sekolah mengerakkan pengurus OSIS untuk berwirausaha. Pengurus OSIS memanfaatkan kolabarasi anatara SMAN 1 Kutapanjang, Alumni dan tenaga ahli untuk meningkatkan kompetensinya,” katanya.

Bapak Said Hamzali, S.IP.,MM, sebagai salah satu tenaga ahli menyampaikan bahwa dari sisi kewirausahaan, tenaga ahli telah melatih para siswa SMAN 1 Kutapanjang untuk bisa lebih mandiri dan memiliki soft skill dalam berwirausaha dengan memanfaatkan koperasi OSIS yang ada di sekolah sebagai wadah dalam belajar menjadi wirausahawan yang sukses di usia muda.

Salah satu materi yang telah disampaikan kepada pengurus OSIS yang membidangi kewirausahaan adalah mengubah tantangan menjadi peluang. Beliau menyampaikan, bahwa Program Sekolah Gratis ini bagi sebagian orang adalah tantangan, tetapi dalam berwirausaha.

“Kita harus menjadikannya sebagai peluang, dan ini telah dilaksanakan oleh OSIS SMAN 1 Kutapanjang,” tandasnya.

Bapak Matseli, salah seorang tokoh masyarakat yang peduli pendidikan juga hadir dalam kegiatan tersebut. Dimana, salah seorang siswi SMAN 1 Kutapanjang menanyakan kesediaan beliau bersedia menjadi donator kewirausahaan OSIS ini padahal beliau bukan merupakan orang tua peserta didik.

Pertanyaan itu pun dijawab Bapak Matseli menjelaskan dengan detil.

“Seperti yang sudah umum dikenal oleh masyarakat tentang sekolah ini, dana OSIS pun tidak ada dibebankan kepada peserta didik tetapi prestasi sekolah ini terus meningkat. Selain itu, kami juga mendengar ada orang yang di luar Provinsi Aceh juga dengan sukarela mendukung program sekolah ini,” jelasnya.

“Karena itu, selaku masyarakat yang tinggal di daerah kutapanjang, beberapa waktu lalu kami meminta kepada komite sekolah agar kami juga dapat memberikan sedikit dana untuk mendukung modal kewirausahaan koperasi OSIS,” lanjutnya.

Terakhir, beliau berharap program sekolah gratis ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Gayo Lues.

Di akhir acara, kepala sekolah SMAN 1 Kutapanjang menyampaikan bahwa untuk meningkatkan prestasi peserta didik, SMAN 1 Kutapanjang telah melakukan kaloborasi lintas intansi, tenaga ahli seperti dari dosen USK, guru SMA Modal Bangsa Banda Aceh dan beberapa tenaga ahli lainnya dengan tujuan untuk meningkatkan lulusan yang dapat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Khusus tentang Program Sekolag Gratis ini memang sudah dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara pihak sekolah dan Mukim yang mewakili masyrakat kecamatan kutapanjang. Salah satu point MoU tersebut menyatakan bahwa setiap peserta didik dan orang tua peserta didik tidak boleh memberikan dana apapun ke sekolah. Dengan demikian, kekurangan biaya bukan lagi menjadi penghalang seseorang untuk melanjutkan pendidikannya. Kepala sekolah berharap program ini menjadi satu langkah awal untuk memutus rantai kemiskinan(rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *