Peserta Pelatihan Jitupasna Aceh, Praktek Lapangan ke Daerah Terdampak Tsunami Aceh

Berita169 Dilihat

SATUKATA.NET BANDA ACEH – Sebanyak 40 peserta pelatihan jitupasna Aceh, melakukan praktek lapangan ke Gampong Deah Glumpang Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, Kamis (30/05/2024).

Kedatangan rombongan peserta pelatihan jitupasna aceh yang dipimping oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Said Ashim, SE, disambut oleh Keuchik Gampong Deah Glumpang dan jajarannya.

Said Ashim yang ditemui di lokasi menjelaskan, gampong deah glumpang dipilih sebagai lokasi praktek lapangan karena merupakan daerah yang pernah terdampak tsunami tahun 2004.

Sehingga 40 peserta yang melakukan praktek lapangan di gampong tersebut juga dapat mengambil data dengan melakukan wawancara langung para pemilik rumah dan melihat perkembangannya pascapelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami.

Mukhsin Syafii, ST, MT, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan lebih lanjut menyampaikan, peserta yang melakukan praktek lapangan jitupasna telah dibekali dengan ilmu saat penyampaian materi teori di hari sebelumnya, sehingga hari ini mereka tinggal mempraktekkannya.

Juga peserta telah dibagi dalam 4 kelompok yaitu sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor. Dimana setiap kelompok didampingi oleh para kepala dusun di gampong deah glumpang saat melakukan praktek lapangan sesuai dengan sektor masing-masing dan mewawancarai minimal 3 warga setempat untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam membuat laporan jitupasna.

Data yang telah diperoleh berdasarkan hasil praktek lapangan setiap kelompok, dipaparkan dan didiskusikan kembali di hotel oasis untuk selanjutnya, apabila terdapat kekurangan akan disempurnakan kembali baik melalui masukan dari kelompok lain maupun dari tim mendapatkan penilaian dari narasumber dari BNPB yaitu Kepala Subdirektorat Perencanaan Pendanaan Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Priska Saragih, SKM, M.KM dan Eddy Prayitno, SE, Analis Kebencanaan Ahli Muda dari Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.

Jadi disamping kita melakukan kunjungan lapangan, juga peserta maupun narasumber dari BNPB dapat melihat langsung wilayah pascabencana yang sudah dibangun kembali baik oleh pemerintah maupun melalui bantuan negara donor atau bantuan internasional diantaranya museum tsunami aceh yang akan dikunjungi setelah dilakukan praktek lapangan dan kapal PLTD apung.

“Jadwal kunjungan lapangan akan berakhir setelah mengunjungi salah satu mesjid yang selamat dari hantaman tsunami yaitu masjid baiturrahim di ulee lheue sekaligus shalat dzuhur berjamaah kemudian berkunjung ke lokasi rekreasi di seputaran pantai ulee lheue untuk makan bersama karena hal ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar yang membuka usaha kuliner disitu,” terang Mukhsin.{**}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *