Permata Gelar Silaturahmi Akbar di Jakarta, Dihadiri Pj Bupati dan Ketua DPRK Aceh Tamiang

Daerah54 Dilihat

SATUKATA, JAKARTA – Perhimpunan Masyarakat Aceh Tamiang (Permata) menggelar silaturahmi Akbar atau acara Halal Bihalal Masyarakat Aceh Tamiang se-Jabodetabek di Pusjianstra TNI, Jalan Kebon Sirih Nomor 42 Jakarta Pusat, Sabtu (17/06/2023).

Kegiatan silaturahmi Akbar ini dihadiri oleh Ketua PP TIM Jakarta, Pembina Permata, Mayjen (Purn) Sulaiman AB, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tamiang, DR. Drs. Meurah Budiman, SH, MH, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, ST, Anggota DPRA Asrizal Asnawi, masyarakat perantauan asal Kabupaten Aceh Tamiang yang berdomisili wilayah Jabodetabek, Banten, Pulau Jawa serta perwakilan tokoh masyarakat Aceh Tamiang.

banner 400x130

Ketua Permata, Sugianto, SE, MM dalam sambutannya mengatakan, kegiatan silaturahmi Akbar ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan sesama perantau asal Kabupaten Aceh Tamiang.

“Selain meningkatkan ukhuwah Islamiyah, silaturahmi Akbar ini dapat mempererat persaudaraan sesame perantau,” ujar Sugianto.

Sugianto menambahkan kegiatan silaturahmi Akbar ini akan menjadi agenda rutin permata dan akan dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan seperti ini akan menjadikan organisasi Permata sebagai wadah bagi masyarakat Aceh Tamiang perantauan di Jabodetabek dan seluruh Indonesia, untuk merajut tali kasih dan Silaturahmi.

“Dari dukungan para tokoh senior kita dapat menjadikan Permata sebagai wadah untuk merajut tali kasih sesama masyarakat Aceh Tamiang yang berada di perantauan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Muhammad Jailani mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama masyarakat Aceh Tamiang yang merantau ke Jakarta.

“Selain mengikat dan memperkuat tali silaturahmi, Halal Bi Halal ini juga sebagai pelampiasan untuk melepas rindu akan kampung halaman kita yakni Aceh Tamiang,” ujar Muhammad Jailani.

Ia menjelaskan selain mempererat tali silaturahmi juga sebagai pelepas rindu bagi saudara-saudara yang berada di Jakarta yang tak bisa pulang ke kampung halaman tercinta yakni Aceh Tamiang. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *