Perkokoh Waduk Darurat, Perumda Tirta Tamiang Turunkan Lima Excavator

Headline, Pemerintah722 Dilihat

SATUKATA.NET | ACEH TAMIANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Tamiang Kabupaten Aceh Tamiang terus berbenah guna memenuhi prinsip kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) kepada pelanggan.

Sementara guna memenuhi prinsip K3 Perumda Air Minum Tirta Tamiang terkendala dengan belum permanennya Kanal Intake serta Waduk, sehingga setiap pascabanjir harus berkerja ekstra untuk membuang endapan lumpur.

Diketahui bersama akhir tahun 2023 lalu, Aceh Tamiang dilanda banjir dan sangat berdampak pada Perumda Air Minum Tirta Tamiang untuk melakukan pengelolaan sehingga berdampak pada keluhan pelanggan.

Menyahuti keluhan pelanggan terkait ketersediaan air bersih Perumda Air Minum Tirta Tamiang memperkokoh Tanggul dan Waduk darurat yang berada di DAS Kampung Kesehatan sebagai Wilayah Kantor Pengolahan Unit Karang Baru dengan mengerahkan lima unit excavator, Minggu (21/1/2024).

“Hari ini kita kerah lima unit excavator untuk membuang lumpur, dalam waduk darurat serta memperkokoh tanggul waduk,” jelas Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang Kabupaten Aceh Tamiang, Ismail, SE.

Menurutnya upaya ini guna memastikan kecukupan air bersih dimasyarakat terutama para pelanggan Perumda Air Minum Tirta Tamiang.

Disamping itu Ismail juga menjelaskan bahwa keberadaan tanggul sebagai penahan waduk juga dilengkapi dengan penanaman Ban Bekas Truck.

“Disekeliling tanggul yang bersebelah dengan jalur Sungai, untuk sebelah dalamnya kita coba antisipasi dengan penanaman Ban Bekas Truk. Gunanya agar waduk darurat ini bisa bertahan,” ujarnya.

Ia berharap dengan upaya-upaya yang dilakukan ini guna memenuhi prinsip kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) kepada pelanggan di lingkungan Kantor Pengolahan Perumda Air Minum Tirta Tamiang Unit Karang Baru yang mengaliri air bersih ke 12.000 lebih pelanggan.

Ismail kembali menyampaikan bahwa kondisi ini selalu dialami belum memiliki Kanal Intake serta Waduk yang belum permanen sehingga pascabanjir berkurangnya suplai air yang diakibatkan sedimentasi lumpur yang mengendap sehinga aliran air tidak dapat masuk ke dalam kanal sehingga tidak dapat dilakukan pengolahan.

“Kondisi ini sudah terjadi sejak bertahun tahun dan merupakan persoalan klasik bagi perusahaan. Jadi untuk itu kita berinisiatif untuk melakukan pembangunan waduk darurat dengan mengeruk sisa endapan lumpur menggunakan lima unit excavator,” jelasnya.

Ismail berharap dengan dilakukannya pembangunan waduk darurat ini dapat memudahkan distribusi air ke pelanggan terutama menjelang bulan suci ramadhan mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *