Mengenal Sosok Millennial Caleg PKB Gayo Lues

Daerah, Politik1186 Dilihat

GAYO LUES–Menjelang pemilihan Calon legislatif 2024 mendatang tidak sedikit terlihat pampangan poster para bakal calon maupun calon sementara, baik ditempatkan di tempat umum maupun berseleweran di laman media sosial, tentunya dengan pose yang rapi dan tidak jarang terselip bumbu-bumbu ajakan yang mengisyaratkan program para caleg bila terpilih nantinya.

Hal ini pun tentunya tidak ketinggalan bagi caleg millennial yang satu ini, ia nama Junaidi, atau akrab disapa Jun oleh para rekan-rekannya. Dibawah bimbingan sang guru yang juga merupakan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gayo Lues yakni H. Rauh, Junaidi pun memantapkan langkahnya untuk ikut dalam kontestasi pileg tahun mendatang. Apalagi, sang guru bukanlah orang sembarangan, di samping namanya yang kian tersohor sosok sang guru pun malang melintang sebagi DPRK Gayo Lues yang sudah bertahan beberapa periode.

Di samping peran sang guru yang menjadi motivasi baginya, Junaidi pun melihat keterwakilan millenial adalah harapan besar peran kaum muda dalam mengembangkan amanat sebagian wakil rakyat yang tentunya lebih agresif dengan pemikiran-pemikiran yang cemerlang.

Sejati pun meraih hati masyarakat bukanlah hal yang mudah, ia menyadari tanpa keterwakilan millenial perpolitikan Gayo Lues akan hampa dengan regenerasi kaum muda di masa yang akan datang.

“Kita perlu mencoba dengan semangat dan berkeinginan yang kuat untuk berbuat bagi negeri ini,” kata caleg nomor urut 10 dari dapil 1 ini, dalam bincang-bincangnya dengan media ini,” Kamis (21/09/2023).

Oleh karena semangat dan harapan yang besar, sosoknya pun berharap dukungan dari masyarakat khususnya dapil 1 yakni Kecamatan Blangkejeren, Blangpegayon dan Putri Betung.

Sebagai caleg dengan usianya yang masih muda, kedepannya ia melihat perlunya pembinaan kaum muda dalam berbagai sektor yang akan memiliki peran penting bagi kemajuan daerah.

Baik menyangkut pemberdayaan kalangan muda sebagai generasi Gayo Lues yang nantinya menjadi harapan besar Gayo Lues, mendorong kalangan millenial untuk lebih kreatif, inovatif dan mampu menjadi agen perubahan dalam semua bidang.

Apalagi, menyangkut bidang ekonomi, bagaimana mendorong kaum muda untuk mampu menciptakan peluang-pelung usaha tanpa harus menjadi pegawai pemerintah layaknya saat ini kita lihat di daerah-daerah maju.

“Itu menjadi harapan saya, jika ada rejeki nanti, dan dapat berbuat untuk generasi millenial khususnya serta masyarakat luas pada umumnya,” tutup Junaidi.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *