Lazismu Bireuen Bagikan Beras 2,5 Ton Untuk Guru Di Bireuen 

Berita140 Dilihat

SATUKATA.NET BIREUEN – Lazismu Kabupaten Bireuen membagikan 2,5 ton beras kepada sekitar 500 orang guru di Bireuen, Sabtu 8 Juni 2024.

Tujuannya sebagai salah satu bentuk perhatian dan kepedulian kepada guru-guru yang selama ini telah ikhlas mengabdi pada ummat walau dengan segala keterbatasan. Setiap guru paling tidak mendapat bantuan sebanyak 5 kg beras.

Lazismu Bireuen bertekat akan terus meningkatkan jumlah penerima sehingga lebih banyak lagi guru yang mendapat dukungan.

Fajar Ardiansyah Ketua Lazismu Bireuen mengatakan program ini merupakan salah satu program unggulan Lazismu yang akan dilaksanakan secara rutin.

Program ini juga secara tidak langsung juga memberi manfaat kepada petani, karena Lazismu Bireuen membeli komoditas langsung dari petani baik berupa padi maupun beras. Sehingga, beras yang didonasikan pada guru adalah beras dengan kualitas premium.

Fajar menambahkan, selain untuk guru, Lazismu Bireuen juga memberikan perhatian dan dukungan dalam bentuk bantuan pangan pada beberapa panti asuhan dan sekolah di Bireuen. Hanya saja masih sangat terbatas, pungkas Fajar.

Dokter Athaillah, Ketua Muhammadiyah Bireuen yang turut mendukung program menyampaikan bahwa bantuan beras untuk guru maupun untuk kelompok masyarakat lainnya sebenarnya merupakan salah satu ciri khas aktivitas di Muhammadiyah sebagai salah satu lembaga filantropi di Indonesia.

Hal ini penting untuk terus dilanjutkan sehingga kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan kehadirannya, terutama melalui program-program Lazismu.

Pembagian beras yang di pusatkan di Kampus UMMAH Bireuen turut dihadiri Firdaus selaku Ketua Lazismu Aceh.

Dalam hal ini Firdaus Ketua Lazismu Aceh memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh Lazismu Bireuen.

Firdaus menggambarkan bahwa bantuan pangan atau bahan pokok adalah dukungan yang lebih dapat dirasakan langsung oleh penerima.

Sejarah Islam mengkonfirmasinya seperti dalam kisah Nabi Yusuf AS, kisah Khulafaur Rasyidin, Zakat Fitrah, Fidyah bahkan sedekah berbuka puasa, yang lebih ditekankan adalah berupa bantuan pangan pokok. Tentu ada hikmah baik didalamnya.

Saya selaku Ketua Lazismu Propinsi Aceh, akan mengeluarkan surat instruksi atau himbauan agar semua Kabupaten/Kota di Aceh dapat mereplikasi inisiatif Bireuen.

Sehingga kehadiran Lazismu dapat memberi manfaat pada kelompok masyarakat terutama pada guru pahlawan yang sangat berjasa pada kita, tutup Firdaus dalam sambutannya.{**}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *