Kontingen Aceh Tamiang Raih Terbaik di Cabang Berbalas Pantun

Daerah740 Dilihat

SATUKATA.NET | BANDA ACEH – Penampilan Kontigen Aceh Tamiang di Pekan Budaya Aceh (PKA) ke 8 untuk cabang Seumapa/berbalas pantun berhasil memukau dan menjadikan yang terbaik.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kontingen, Drs. Asra, melalui Koordinator Lomba Seni dan Budaya, Elisa, S.Pd, M.Pd, Rabu (8/11/2023) siang ini, dari Taman Budaya Aceh, Banda Aceh.

banner 400x130

“Alhamdulillah, cabang Seumapa/Berbalas Pantun kita meraih dua nomor. Juara 1 kategori Kabupaten/Kota, dan Juara 3 kategori umum,” lapor Elisa singkat via selular.

Sementara itu, Pj. Bupati Aceh Tamiang Dr. Drs. Meurah Budiman secara spontan mengucapkan syukur atas torehan gemilang itu.

Dikatakan Meurah, kemenangan tim Seumapa/berbalas pantun Aceh Tamiang menunjukkan bahwa berbalas pantun ciri khas kepiawaian masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, kemenangan tim seumapa/berbalas pantun Aceh Tamiang di PKA-8 menunjukkan bahwa berbalas pantun ciri khas kepiawaian masyarakat setempat dalam berseni tutur,” sebutnya.

Dikatakan Pj. Bupati Meurah, dalam banyak kesempatan dirinya kerap berpantun kala menyampaikan pengantar atau berpidato.

“Sebagai salah satu seni budaya, saya kira menjadi tugas kita bersama melestarikan pantun. Kita mesti berbangga melantunkan pantun baik dalam acara resmi atau informal sekalipun,” imbuh Meurah menguatkan.

Dilansir dari jadwal pelaksanaan, sore ini kontingen Aceh Tamiang, mulai pukul 16.00 WIB akan kembali tampil di panggung utama Taman Sulthanah Safiatuddin dalam Lomba Musik Garapan.

Sementara malam nanti, mulai pukul 20.00 WIB, kontingen akan mengikuti eksebisi tari melayu Zapin di panggung venue Taman Budaya Aceh.

Kilas Sejarah

Seumapa atau seni tutur atau pantun merupakan bentuk puisi dalam kesusastraan Melayu yang paling luas dikenal.

Pada masa lalu pantun digunakan untuk pembicaraan sehari-hari. Sekarang pun, sebagian besar masyarakat Melayu masih menggunakannya.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, pantun hingga kini dipakai oleh para pemuka adat dan tokoh masyarakat dalam pelbagai kesempatan, pidato seremonial, lamaran, pernikahan, dan acara serta kegiatan lainnya.

Lazimnya, pantun berisi satu atau sejumlah makna yang bisa diterjemahkan secara tersirat maupun tersurat.

Secara sederhana, struktur pantun terdiri dari bait, baris, kata, rima, sampiran dan isi. Sementara unsur pantun terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur intrinsik dalam pantun ialah terdapatnya tokoh, tema, amanat, setelan tempat dan waktu, plot atau alur dan lain sebagainya. Ciri khas pantun dalam unsur intrinsik adalah rima, rima dalam pantun memiliki akhiran yang serupa.

Sementara unsur ekstrinsik adalah unsur yang berasal dari luar struktur pantun. Maksudnya, sebuah keadaan yang menjadi penyebab munculnya pantun. Unsur ini menjadi bagian yang sangat penting, sebab menentukan isi pantun dan penguat unsur intrinsik.

Unsur ekstrinsik dalam suatu pantun bisa berupa adat, norma, dan nilai yang berlaku di masyarakat. Unsur ekstrinsik bisa digunakan untuk mengarahkan gaya bahasa dan makna, yang bisa didapat di dalam isi pantun yang dibuat tersebut.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *